h1

Desa Penglipuran (Desa adat Unik Bali)

March 16, 2012

Desa adat Penglipuran terletak di kelurahan Kubu, Bangli, kira kira  45 km dari Denpasar,atau berjarak tempuh kurang lebih satu jam perjalanan. Desa Penglipuran berada pada  ketinggian 700 m diatas permukaan laut, sehingga udara di desa adat Penglipuran tergolong dingin. Keasrian desa adat penglipuran dimulai pada saat memasuki kawasan pedesaan.

Penglipuran berasal kata penglipur yang artinya penghibur, karena dari jaman kerajaan dahulu tempat ini adalah salah satu tempat untuk peristirahatan yang indah. Selain itu, kata penglipuran juga dipercaya berasal dari kata Pengeling Pura yang berarti sebagai tempat yang suci untuk mengingat para leluhur.

Desa adat Penglipuran merupakan kawasan pedesaan yang memiliki tatanan desa adat tradisionil yang spesifik yang menampilkan wajah pedesaan tradisinil yang asri. Dengan struktur desa dan budaya masyarakatnya berlaku turun temurun. Pada areal pemukiman dan jalan utama desa adat penglipuran merupakan areal bebas dari segala macam kendaraan.
Selain itu ciri khas desa penglipuran ada pada angkul-angkul (pintu gerbang) rumah yang seragam. Ada 76 angkul-angkul yang berasal dari 76 pekarangan rumah yang berjajar rapi dari ujung utara hingga selatan desa. Angka 76 ini menunjukkan 76 keluarga utama atau krama pangarep.Desa adat Penglipuran dibagi tiga bagian yaitu bangunan suci yang terletak di hulu, perumahan di tengah dan lahan usaha tani dihilir.Masyarakat desa adat Penglipuran percaya bahwa leluhur mereka berasal dan Desa Bayung Gede, Kintamani.
Adat dan tradisi unik desa penglipuran lainnya adalah pantangan bagi kaum lelaki untuk berpoligami. Lelaki Penglipuran diharuskan hanya memiliki seorang istri.Di desa penglipuran ada awig-awig (aturan adat) yang melarang para lelakinya untuk berpoligami. Jika melanggar, lelaki tersebut akan dikucilkan di sebuah tempat yang dikenal dengan nama Karang Memadu.
Meski desa adat penglipuran saat ini sudah mulai tersentuh modernisasi namun tata letak rumah masing masing keluarga tetap menganut falsafah Tri Hita Karana.Dimana rumah dan ruangan hampir seragam mulai dari pintu gerbang, bangunan suci  dapur, tempat tidur, ruang tamu, serta lumbung padi ,dimana antara satu rumah dengan rumah lainnya, terdapat sebuah lorong yang berhubungan sebagai tanda keharmonisan hidup bermasyarakat.
Desa adat Penglipuran saat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara.Dimana Desa Penglipuran telah menjadi inspirasi bagi desa lain di pulau Bali menjadi desa wisata.  Potensi pariwisata yang dimiliki oleh desa adat Penglipuran adalah adat yang unik serta upacara adat dan keagamaan.
sumber : http://infoseputarbali.blogspot.com/2011/08/dimana-desa-adat-penglipuran.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: